Wahai Mentari, Akankah Masa Itu Terulang Kembali?

perpisahan

 

Tiada masa paling indah…… masa masa di sekolah

Tiada kisah paling indah…… kisah kisah di sekolah

(Obbie Mesakh-kisah kasih disekolah)

Sore ini, dengan cuaca panas berkisar 42 derajat celcius di kota kairo, panas sekali memang, ditambah lagi dengan hembusan angin padang pasir yang menambah hawa”neraka” negeri para nabi. Saat ini aku ditemani coklat dingin dan makanan ringan ‘Chipcy’ , aku melihat beberapa remaja mesir, menyandang tas dengan gembira sambil tertawa bercengkarama, “ah dasar anak sekolah” pikirku, namun diriku tersentak dan terdiam! perasaan ini muncul lagi, ya! Aku merindukan masa-masa itu! masa bersama para mentari di gunung merapi!

“setahun lama nya tidak bertemu mentari, bergantung di alunan cita-cita suci, suka duka yang menghinggapi di hati kini diemban sendiri , sekarang berusaha melawan itu semua sendiri-sendiri, duhai para mentari nan lugu, tawaku sekarang tak sama dengan tawaku dahulu, ketika bercengkrama dengan mu, menandakan ada yang salah dengan diriku” -Thoriq-

“selalulah bercahaya, di gerbang kehidupan nan nyata, dengan ilmu dan cita-cita ” -Thoriq-

Tidak bisa dipungkiri, bahwa setiap orang memiliki part terindah dalam kehidupan nya, siapa pun itu. Namun kita tidak bisa selalu berada di part terindah itu, ibarat roda yang berputar, kadangkala kita berada diatas, namun kadangkala kita berada di bawah, itulah kehidupan, kadang kita merasa hidup ini begitu menyenangkan, namun adakala nya kita merasa hidup ini begitu berat. .

Walaupun cuaca panas, aku membuat sebuah puisi yang memakai kata “dingin” atas ekspresi kesepian dan kerinduan yang aku rasakan

“Dingin, Hati ini menjadi dingin karena tiadanya rasa sayang yang biasanya diberikan oleh orang orang terdekat, hati ini menjadi dingin karena tiadanya kebersamaan yang dulu kita alami tanpa sekat, hati ini juga menjadi dingin karena tiadanya canda tawa dan gurauan yang biasanya menghiasi hari hari kita setiap saat. Hatiku juga menjadi dingin karena jauh dari kampung, kicauan burung dan lengkingan sapi yang selalu bergemung, membuat hati ini rindu tak terbendung. Dahulu, hati kita tidak pernah dingin karena ada mentari yang selalu menghangatkan, hati ku tidak pernah dingin karena ada nya kasih sayang setiap saat yang tak terhentikan.

Ah, sudah sampai disana dulu puisinya, hehe. Memang betul kawan, seperti apa yang dilagukan oleh obbie mesakh bahwa masa masa SMA adalah masa yang paling indah, lho kenapa begitu? Karena kita berteman dengan sebuah kedewasaan. Kita memahami tenggang rasa, arti kebersamaan, tanggung jawab, cinta dan hal hal social lainya, lalu di masa masa itu kita memiliki sahabat yang solid, sehingga apapun hal yang dilakukan dengan bersama, di masa inilah kita menengenal first love, haha, betul kah? Karena masa SMA adalah masa eksistensi kita untuk membuktikan apakah kita diterima oleh lawan jenis atau tidak, bahkan telah menjadi tren bahwa siapa yg belum punya pacar artinya tidak laku. Ditambah lagi dengan guru yang berbagai macam sifatnya, ada yang pemarah, ramah dan Suka bercanda, biasanya yang suka bercanda adalah guru favorit. Plus dengan sikap-sikap konyol kita yang lucu dan kadang agak sedikit gila, pokok nya kita ketika itu tidak ada memiliki rasa segan antar sesama teman, minta rokok, minta makanan, minta pena, minta kertas segala nya meminta! Dan kita melakukan itu tanpa malu dan segan! Bayangkan betapa dekat nya hubungan kita ketika itu.

itu lah yang membuat masa SMA adalah masa yang terindah. Namun ingat lah bahwa masa SMA bukanlah hal yang abadi apalagi ketika datang masa nya perpisahan, baru lah kita merasakan betapa berartinya kebersamaan kita dahulu,tidak ada lagi kebersamaan, tidak ada lagi percintaan, tidak ada lagi sedih, tawa dan berbagai warna warni masa SMA kita dahulu.  dulu kita sering merasa sakit hati dengan ulah teman yang kadang menjengkelkan, membuat sakit hati, tapi percayalah bahwa rasa jengkel dan sakit hati itu, kelak akan kita rindukan, kita rindu akan rasa sakit hati dahulu, Karena hal hal yang kita dapatkan di SMA dulu, mungkin tidak akan kita dapatkan di jenjang kita selanjutnya. sungguh aneh bukan? Tapi itulah kebersamaan. Kebersamaan itu kadang membuat kita sedih, namun percayalah rasa sedih yang kita rasakan itu akan menjadi rasa rindu yang teramat sangat di hati kita.

konyol1

Ada hal yang membuat kebersamaan itu menjadi pudar, ketika datangnya perpisahan. Banyak orang mengatakan “berpisah bukanya bercerai” ungkapan itu betul, namun tidak sepenuhnya benar, memang ketika kita berpisah kita tidak memutus kan hubungan satu sama lain, namun yakinlah dengan perpisahan pasti nya kebersamaan akan memudar, lho kok bisa? Karena mungkin hanya sekrang kita bisa tertawa bersama, bercanda dan gurau, Karena ketika berpisah, kita akan disibukkan dengan kesibukan kita masing-masing sebut saja kuliah, karena masa masa kuliah adalah masa untuk serius, kuliah akan menentukan masa depan kita, kuliah penuh dengan individualitas, tidak sama dengan masa-masa SMA yang penuh dengan keceriaan dan kebersamaan. Hal ini akan membuat kebersamaan semakin memudar, percayalah bahwa kelak kita akan susah bertemu bahkan untuk sekedar mengumpul saja adalah hal yang sulit. Dahulu kita melakukan apa saja tidak ada segan dan malu, namun sekarang untuk sekedar menyapa di chat grup saja sudah takut dan segan.

Namun kita juga mesti memahami, bahwa kita sekarang berada di tempat, waktu dan jalan hidup yang berbeda, walaupun kita sedih dan rindu. Percaya lah, bahwa persahabatan kita dipertemukan oleh Allah dan tentunya juga dipisah kan Oleh allah juga, jadi kalau rindu dan sedih, mengadulah kepada Allah supaya kelak kita dipertemukan kembali.

Sahabat, akankah masa itu kembali terulang?

konyol2

“sahabat walaupun kita telah berpisah,dan waktu pun telah berubah aku harap kamu tetap seperti yang dulu , paling tidak ketika kita bertemu saja”

“sahabat ingatlah aku didalam doamu, dan aku juga mengingatmu didalam doaku, supaya kelak kita bertemu di gerbang kesuksesan yang nyata tiada semu”

“sahabat, ingatlah tuhan mu dan tuhan ku yang telah mempertemukan kita dahulu, dan mintalah supaya kita diberi kesempatan untuk bertemu dan berbahagia kembali seperti dahulu”

“Special For:

“Al-Muqawamah Generation”

“PONDOK PESANTREN DINIYAH LIMO JURAI”

Salam dari mentari merapi: Tareq Albana di Negeri seribu menara dan cinta, Cairo

 

konyol2

konyol1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s