2 Rahasia kesuksesan para tokoh bangsa

Sehabis membaca buku tentang 101 tokoh islam Indonesia karangan bapak Badiatul Raziqin dkk, saya termenung dan menyerap apa makna yang ditonjolkn oleh si penuls buku, saya melihat dari berbagai banyak biografi para tokoh islam ini, saya melihat ada dua rahasia para tokoh islam ini bisa menjadi orang yang berpengaruh dan berjasa terhadap perkembangan islam. Banyak rahasia yang membuat orang mampu bergerak dan merubah pemikiran orang lain. kita lihat saja banyak para tokoh islam itu didengar pendapat nya, disegani oleh lpemerintah, sehingga tidak jarang para ulama pada masa lalu, tidak hanya berkiprah di dakwah islam, namun juga berkiprah di pendidikan dan politik. Lihat saja haji agus salim, kiai haji ams Mansur, buya hamka dan lain lain. sehingga dengan banyak nya para ulama ikut serta dalam mengawasi pemerintah, diharapkan kebijakan pemerintah tidak lagi memojokkann umat, dan memperkuat umat islam di negeri kita ini.

Apa dua rahasia umum yang sangat membantu kiprah para ulama dahulu, sehingga bisa dikenal oleh bangsa. Dua rahasia itu adalah membaca dan menulis. Lho kok gitu? Bukan kah membaca dan menulis itu merupakan hal  yang mudah  bahkan anak kecil pun bisa, maksud membaca dan menulis disini adalah membaca buku buku ilmiyah yang sarat akan ilmu pengetahuan, mari kita bahas tentang membaca terlebih dahulu.

Membaca merupakan kunci pembuka gerbang keilmuan, tanpa membaca kita tidak bisa membuka gerbang keilmuan, apa itu gerbang keilmuan?  yaitu buku. Para ulama menyadari, bahwa membaca buku tidak hanya sebatas untuk mencari ilmu saja, melainkan juga melaksanakan perintah Allah SWT yang terdapat di dalam surat Al –‘Alaq ayat 1 yang berarti ”Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang menciptakan” . jelas pada ayat pertama allah memerintahkan kepada kita untuk membaca, tentu yang paling pertama kit abaca yaitu kitab suci Al-Qur’an. Kita suci umat islam, lalu baru dilanjutkan dengan hadis barulah kita membaca berbagai kitab karangan para ulama dan ilmuan. Membaca dapat meningkatkan kualitas diri seseorang,dari awalnya dia orang bodoh, menjadi orang ‘alim lagi beragama.

Dengan buku, kita bisa menjadi orang yang berilmu, dengan membaca kita bisa mengetahui sesuatu hal tanpa melalui gurur sekalipun, buku merupakan guru yang paling jujur, buku bersedia dibuka kapan pun dan dimana pun, dan tidak meminta pamrih sedikitpun. Dengan membaca kita bisa mengetahui hal hal yang sebelumnya tidak kita kuasai, namun bisa kita kuasai dengan membaca. Banyak contoh kita lihat, betapa banyak para mahaiswa yang kuliah di jurusan umum, namun juga paham berbagai seluk beluk agama, kenapa mereka bisa mengetahui hal hal yang tidak ereka pelajari di bangku perkuliahan?  Itu karena mereka banyak membaca buku agama, sehingga anak kuliah umum pun bisa menandingi anak agama dalam pengetahuan beragama, tentu tidak hanya dari buku mereka mendapat pengetahuan agama, namun juga dari para ulama di pondok pesantren.

Buku adalah dunia dan cara mengelilingi dunia adalah dengan membaca. Begitulah sangat pentingnya membaca bagi kehidupan manusia, membaca memberikan manfaat yang luar biasa bagi kita, selain untuk meperluas wawasan, dengan banyak membaca kita bisa mengasah intelektual dalam diri kita, sehingga kita menjadi orang berilmu yang disegani masyarakat, tidak hanya itu, kita juga tidak mudah tertipu oleh suatu pemberitaan karena kita bisa mengolah dan mencerna berita serta membaca dari sumber nya lansung. Mustahil jika ada seseorang ingin menjadi orang yang berilmu tanpa membaca. Begitu banyak nya manfaat dari membaca, terserah membaca apakah itu, namun perlu di ingat membaca yang penulis maksud  bukan dalam hal membaca bacaan maksiat, banyak membaca maksud saya disini adalah banyak membaca tulisan bermanfaat seperti buku buku agama, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Selain itu, membaca juga dapat menajamkan pikiran, karena setiap kali kta membaca, kita dituntut untuk mencerna setiap kata yang kita baca agar kita mendapatkan kesimpulan dan ilmu dari bacaan kita itu. Banyak Membaca juga dapat mempengaruhi gaya bicara kita, yang pada awalnya gaya bicara kita kacau balau seperti preman pasar, tidak fasih dan terbata bata, bisa berubah menjadi gaya Bahasa yang lebih baik dan enak didengar, karena secara tidak lansung, dengan membaca karangan seseorang penulis, lama kelamaan kita akan terbawa dengan gaya Bahasa penulis itu sendiri, dan sama sama kita ketahui, bahwa Bahasa para penulis itu adalah Bahasa intetelektual, fasih dan berbobot, tidak asal bunyi saja. Dengan membaca  sesorang juga akan terselamatkan dari ancaman kebodohan, sebagaimana yang dikatakan oleh ilmuan islam terkenal Imam Al-Ghazali “Bencana akibat kebodohan adalah sebesar besar musibah seorang manusia.” Jelas dikatakan bahwa  kebodohan itu merupakan bencana terbesar bagi seseorang, oleh karena itu, marilah kita mulai membaca agar kita tidak menjadi orang bodoh sebagaimana yang dikatakan oleh imam Al-Ghazali. Banyak orang mengatakan bahwa membaca itu hanya sekedar hobi, termasuk saya, jika ditanya apa hobi saya, tentu saya akan menjawab “membaca” , lalu setelah penulis menmbaca buku DR, Rajib Al-Sirjany dalam bukunya “Al Qira’ah Manhajul Hayah” disana beliau mengungkapkan, dapatkah suatu kegiatan membaca disebut sebagai hobi?  Bukaknkah membaca itu adalah suatu kebutuhan bagi umat? Sama seperti kita manusia, yang mana membutuhkan makan dan minum, lalu ketika ditanya, apa hobi kita, lalu kita menjawab “makan”, buakan kah itu salah? Karena makan adalah kebutuhan, bukan hanya sekedar belaka. Begitu juga dengan membaca, tidaklah tepat jika membaca hanya dijadikan hobi belaka, melainkan suatu keharusan bagi umat. Jadikan membaca itu sebagai kebutuhan bagi kita sebagaimana kita membutuhkan makan, minum dan tidur. Jadikan membaca sebagai manhaj kehidupan kita, jangan biarkan hari hari kita dilalui tanpa membaca, sebagaimana kita tidak akan membiarkan tubuh kita makan walaupun hanya sehari.

buku nulis

Namun walaupun begitu penting nya dan kita mendapat banyak manfaat dari membaca buku, kenapa masih banyak orang enggan membaca? Padahal membaca buku itu merupakan perkara yang ringan, bahkan anak sekolah pun mampu membaca sekalipun. Itulah yang memiriskan para pelaku pendidikan negeri ini, karena begitu rendahnya minat membaca rakyat Indonesia, padahal Indonesia dibesarkan oleh orang orang berilmu yang gemar membaca. Para generasi muda yang lebih memiriskan, lihat saja di tingkat SD, SMP, SMA bahkan tingkat perkuliahan sekalipun, mereka lebih memilih bermain smartphone dan game dari pada membaca buku, generasi apa yang akan terbentuk dimasa depan jika para generasi muda nya disibukkan dengan hal hal yang melenakan dan menghabiskan waktu dengan sia sia? Akan kah kita juga seperti itu? Menghabiskan masa muda yang begitu berharga ini untuk hal yang tidak berguna, serba tidak tahu alias bodoh, barulah nanti dimasa tua menyesal karena begitu banyak waktu terbuang untuk diri sendiri, tanpa memberi manfaat kepada orang lain, jika tidak ingin seperti tu, maka MEMBACA LAH! Inilah yang menjadi tugas bersama, bagaimana cara meningkatkan minat membaca, tidak hanya kaum muda, akan tetapi juga kaum tua.

Lalu sampailah kita kepada kesimpulan bahwa membaca bukan lah hal yang sepele, melainkan juga menjadi kebutuhan penting kita dalam kehidupan, sebagaimana kita juga membutuh kan makan dan minum.  Bagi kita yang belum terbiasa membaca buku, maka mulailah dengan membaca buku yang ringan ringan saja dahulu, seperti komik, novel, koran dan lain sebagainya, karena jika ingin memulai pekerjaan yang berat dan sulit, hendaklah kita memulainya dengan hal yang mudah terlebih dahulu, dan diharapkan kita mampu secara bertahap hingga akhirnya membaca buku itu awalnya sulit dan membosankan, berubah menjadi suatu kebiasaan hingga terakhir menjadi sebuah kebutuhan bagi kita. Kalua lah membaca itu sudah jadi kebutuhan, niscaya gerbang kesuksesan dan kebahagian akan kita dapatkan dan juga derajat kita di sisi Allah akan tinggi begitu pula dimata manusia.

Oleh: Tareq Albana

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s