Negeri Galau

Pendidikan, pendidikan, pendidikan, memang kata-kata pendidikan sudah sangat akrab bagi kita semua, sebut saja pendidikan anak, pendidikan berkarakter, pendidikan militer dan lain-lain. pendidikan memang selalu dikaitkan dngan hal-hal yang baik, karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa pendidikan adalah proses mendidik seseorang menjadi lebih baik, yang pada awal nya tidak pandai berkata santun, menjadi bisa bertutur kata santun dan  yang pada awal nya tidak bisa ngapa-ngapain, menjadi bisa ngapa-ngapain, ya begitulah kira-kira. Tapi sudah beberapa tahun belakang ini, bangsa kita dihinggapi penyakit galau, ya galau, galau karena  berbagai permasalahan, dan tentu nya pendidkan salah satunya yang membuat bagsa ini galau.

Yap pendidikan memang hal yang tidak akan ada habis nya jika dibahas secara mendalam, mungkin satu buku pun akan terasa kurang, dari pada pusing memikirkan semua nya, ada baiknya kita mengetahui bahwa setiap tanggal 2 mei, negara kita selalu merayakan hari pendidikan nasional, wah, ada apa dengan pendidikan nasional? Kok dirayain gitu, pasti ada sebabnya bukan? Menyangkut sebab musabab hari pendidikan nasional, kita pasti mengetahui dengan ki hajar dewantara, beliau yang disebut sebagai bapak pendidikan nasional, atas jasa nya mendirikan taman siswa, salah satu yayasan pendidikan ternama kala itu.  Dengan momentum hari pendidikan nasional ini, kita tentu berharap pemerintah selalu meningkatkan kualitas pendidikan kita sekarang ini, yang menurut sebagian orang sudah bobrok, sebagaimana bobroknya sebuah bangunan, sehingga negeri kita ini sering dilanda kegalauan yang diperbuat oleh tumpah darah nya sendiri.

Namun, pemerintah selalu berjanji akan meperbaharui sitem pendidikan kita yang ada sekarang ini, kita memang sangat bersyukur bahwa pemerintah masih memperhatikan kualitas pendidikan kita ini, namun alih-alih  meperbaiki pendidikan kita ini, malahan yang ada kualitas pendidikan kita semakin menurun dari tahun ketahun, sebagian orang berdalih bahwa pendidikan kita sekarang sudah baik, ditandai dengan banyak nya para pelajar mendapatkan penghargaan internasional di berbagai olimpiade dan kejuaraan, namun apakah itu tujuan pendidikan kita sebenar nya? Hanya untuk mendapatkan medali emas di olimiade saja, wong betapa rendah nya cita-cita atau tujuan pendidikan kita jika kesuksesan suatu pendidikan ditandai dengan medali emas, kalau untuk mendapatkan medali emas sama saja dengan membuat para pelajar seperti robot, disuruh menghafal lalu jawab soal dan… selesai, lihatlah, simple sekali bukan? Namun apakah sesimpel ini tujuan  pendidikan kita dengan mencetak generasi robot namun moral nya tercoreng? Lho lho kok pembahasan nya beralih ke moral sih, lha memang pendidkan identic dengan ilmu dan moral, percuma saja data medali emas, namun moral nya begitu buruk. Sangat memiriskan memang, jika kita mencetak para generasi genius namun moral tak diurus, malahan negara kita tambah galau dengan ulah yang ditimbulkan oleh generasi robot ini,

Kegalauan bangsa kita ini semakin menjadi-jadi tatkala para anak didiknya yang sudah di didik dengan ratusan buku dan rumus, namun bukan nya prestasi yang dihasilkan, malahan nasi basi yang didapat. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak kasus-kasus kenakalan remaja yang terjadi sebut saja, narkoba, pergaulan bebas, tawuran dan lain-lain, bahkan kasus yang terjadi baru baru ini, yang dinamakan kasus ina si nononk yang menjadi viral di dunia maya membuat para pelaku pendidikan di negri ini menjadi tersentak dan terkejut, bagaimana bisa seorang anak sd bisa melakukan hal seperti itu, negara dan masyarakat pun sudah sangat resah, sebagian bahkan menyalahkan para tenaga yang tidak becus, tapi tunggu dulu, apakah memang para tenaga pengajar yang tidak becus atau memang sistem pendidikan kita yang hanya bertujuan mencetak generasi pintar sehingga melupakan generasi terpelajar, tidak hanya itu, pendidkan ini juga sangat berhubnungan dengan kasus korupsi yang marak belakngan ini, karena para pelaku korupsi atau sebut saja koruptor merupaka  hasil didikan bangsa kita ini, memang para koruptor itu tidak sedikit yang menyandang gelar doctor dan professor, sebuah gealar yang bukan main hebat nya, namun apa yang diperbuat nya itu menjadikan segala gelarnya itu menjadi tidak berguna seketika, lihat lah hasil pendidikan yang hanya mementingkan otas namun melupakan watak dan karakter, maka setiap tahun bangsa ini hanya akan mencetak para perusak ndan penghancur bangsa itu sendiri, yang hanya akan menambah kegaulauan bangsa ini lagi.

Memang sulit menetukan nya namun dengan berbagai hal diatas tadi sudah membuktikan bahwa pendidikan harus terdiri dari dua aspek aspek kecerdasan (IQ) dan aspek moral (EQ dan SQ) dari dua hal inilah yang harus ditekan kan kepada generasi pelajar, bukan hanya aspek IQ yang notabene hanya dibutuhkan ketika olimpiade saja. Namun yang jelas zaman sudah berubah, model pendidikan yang hanya mementingkan kurikulum kepintaran saja tidak cukup untuk digunakan pada zaman globalisasi seperti ini, para pelajar harus dibekali dengan ilmu dan ruhani, sehingga lahirlah generasi yang seimbang anatar kecerdasan dan emosional serta ruhaniyah dan tentu inilah yang kita harapkan menjadi generasi yang memajukan bangsa, bukan genarsi yang akan menghancurkan bangsa, sehingga kita mengaakhirri bangsa kita dari kegalauan yang berekterusan.

“Galau, galau, galau, berakhirlah engkau” mungkin itulah kata yang akan diucapkan oleh negeri kita jika bisa berbicara, negeri ini sudah ingin move on dan mengakhiri kegalauan ini, maka ada baiknya kita ikut berpartisipasi dalam perbaikan pendidikan kita ini, sehingga tidak lagi menghasilkan para generasi yang akan membuat negeri kita menjadi galau untuk kesekian kalinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s